Flora
Maluku Terletak di antara dua pusat keanekaragaman hayati botani di bagian barat Papua New Guinea dan timur dari Malaysia (kawasan biogeografi yang membentang dari Malaysia sampai di Papua New Guinea), namun miskin akan jenis tumbuhan. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh peneliti dalam negeri maupun negara lain yang tertarik dengan kekayaan jenis flora yang ada di pulau Seram termasuk Taman Nasional Manusela.
Penelitian yang pernah dilakukan di Seram antara lain :
- Kebun Raya Universitas Tokyo (1984) melakukan penelitian tentang hutan mangrove, hutan dataran rendah, dan hutan pegunungan di dalam kawasan Taman Nasional Manusela.
- Hilderbrand (1951 dan 1970) membuat daftar spesies pohon di pulau Seram.
- Whitmore(1989) membuat daftar jenis pohon di Maluku (termasuk pulau Seram).
- Kebun Raya Purwodadi berhasil mengidentifikasi 48 jenis anggrek di dalam kawasan Taman Nasional Manusela.
- Parris (1993) menginventarisir kekayaan jenis paku (Pteridophyta) di Seram dan menemukan 598 Taxa, lebih kurang separuh dari paku di Kalimantan (1.050 Taxa) dan seperempat dari paku di Papua Nugini. Jenis-jenis paku yang endemik Seram adalah Cyanthea binaya M.Kato dan Cyanthea pukuana M.Kato.
- Seram merupakan batas paling timur dan persebaran Dipterocarpaceae di dunia, tetapi di Seram hanya dijumpai dua jenis yaitu Shorea selanica dan Vatica sp (Edwards,1993).